| 1. |
Foto copy surat dari Instansi Induk |
| 2. |
Foto copy ijasah Dokter dan Salinan Angka Keberhasilan Belajar selama belajar di Fakultas Kedokteran yang dilegalisir oleh Dekan Fakultas yang berangkutan. |
| 3. |
Surat Ijin/persetujuan dari atasan tempat bekerja. |
| 4. |
Surat Persetujuan/Rekomendasi/Penugasan dari Instansi Induk : |
| |
a. |
Calon peserta dari Departemen Kesehatan dilampirkan surat persetujuan dari Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat. |
| |
b. |
Calon peserta dari Departemen Pendidikan Nasional dilampirkan surat persetujuan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. |
| |
c. |
Calon peserta dari TNI-POLRI dilampirkan surat persetujuan dari Kepala Pusat Kesehatan POLRI. Dalam hal calon peserta adalah Dokter yang telah menyelesaikan tugas di Puskesmas (waktu singkat) dan/atau belum pernah bertugas di Puskesmas (lulusan baru) maka calon peserta harus termasuk kelompok 5%-10% terbaik dalam kelas tiap angkatan (90%-95%). Untuk ini perlu disertakan keterangan prestasi belajar yang bersangkutan terhadap prestasi kelompok/angkatan. |
| |
d. |
Bagi calon peserta ex-PTT akan diatur lebih lanjut sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang ada. Dalam memberikan surat persetujuan, digunakan bahan pertimbangan sebagai berikut : |
| |
|
- |
Atasan langsung memberikan persetujuan setelah mempertimbangkan prestasi kerja, kecakapan, minat dan sikap calon peserta disamping pertimbangan administrasi lainnya |
| |
|
- |
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi memberikan persetujuan atasan langsung dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan tenaga kesehatan. |
| |
|
- |
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi memberikan persetujuan setelah mempertimbangkan persetujuan atasan langsung (Dekan, Rektor atau Kepala Unit lain) dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan staf/institusi. |
| |
|
- |
Kepala Pusat Kesehatan POLRI memberikan persetujuan langsung setelah mempertimbangkan persetujuan atasan langsung dan meneliti kesesuaiannya dengan program pengembangan tenaga kesehatan POLRI. |